ankim

Teknologi & Rekayasa

tkj

Teknologi Informasi & Komunikasi
 

Kepariwisataan

Bisnis & Manajemen

Penulis : Nurfazrin Ismail - Kelas X APL-2
 
Pendidikan yang memadai tak lepas dari pembinaan karakter peserta didik. Padahal saat ini pendidikan sudah sangat memadai karena dintunjang oleh teknologi yang semakin canggih. Seharusnya teknologi yang ada dapat memberi manfaat, namun malah berdampak pada hal-hal yang menjerumuskan siswa, karena tidak dipergunakan dengan baik, sehingga karakter generasi sekarang bergeser dari apa yang diharapkan dan sangat berdampak buruk untuk perkembangan generasi selanjutnya. 
 
DSC07249.JPG
 
  
Kehidupan bermasyarakat dimasa depan tidak hanya menuntut keterampilan, tapi sangat dibutuhkan pula nilai-nilai karakter jujur, tertib, santun dan disiplin tinggi. Kebutuhan akan karakter demikan dari siswa sebagai generasi pelanjut tampuk negeri, akan menjadikan negeri ini berjaya sebagaimana harapan pendahulu.
 
Melalui sekolah, siswa bukan hanya diajarkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga dibimbing tingkah lakunya dengan etika dan sopan santun serta kedisiplinan yang tertuang dalam tata tertib sekolah. Mereka harus dibekali karakter mulia mulai dari sekarang seperti cara berpakaian, disiplin waktu, jujur dan santun. Dengan demikian pengetahuan dan keterampilan yang didapat, tidak akan sia-sia karena didukung budi pekerti yang baik.
 
Penerapan disiplin kepada siswa yang dilakukan setiap harinya di lingkungan pendidikan termasuk memberi sangsi dengan memulangkan siswa, seharusnya didukung semua pihak. Sebagai orangtua harus menyadari hal itu, mendukung program sekolah dalam pembinaan karakter. Sangsi yang diberikan harus disadari sebagai upaya memberi efek jera, agar untuk kedepannya tidak lagi di ulang kembali kesalahan yang sama.
 
Selain sekolah, faktor pembimbingan orangtua pun turut menentukan perkembangan prilaku anak. Orang tua lebih tahu perkembangan anaknya, bila perlu memberitahukannya ke pihak sekolah, sehingga bersama-sama melakukan pembimbingan dan pengawasan, sebab bimbingan orang tua ikut menentukan perkembangan perilaku anak. Karakter setiap anak tercermin dari perilaku orang tua, bagaimana cara orang tua melakukan pembiasaan kepada anak akan berpengaruh ketika dia tidak berada di sekitar orang tuanya.
 
Mengenai penegakan disiplin terhadap peserta didik di sekolah, sepatutnya dimulai dari penegak disiplin itu sendiri. Akan tetapi, sebelumnya orang tua seharusnya dapat menjadi contoh teladan yang baik untuk anak karena anak lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga di banding guru ataupun para penegak disiplin lainnya yang berada di lingkungan sekolah. Teladan dan pembiasaan yang baik menjadi step fundamental dalam pendidikan karakter.
 
Pengaruh pesatnya teknologi yang berdampak buruk pada perkembangan mental dan karakter peserta didik perlu diantisipasi sedini mungkin. Teknologi telah banyak mengubah segalanya, contoh kecil adalah hal-hal yang dulunya di anggap tabu, saat ini menjadi satu hal yang biasa bagi para siswa. Contoh lainnya bisa dilihat dari penampilan para siswa dengan pakaian minimnya, terbiasa dengan perkataan tidak senonoh, bahkan jadi temperamen. Ditambah lagi dengan maraknya aksi contek, dimana hasil yang mereka tonjolkan tidak sebanding dengan apa yang mereka kuasai dan juga setiap proses mereka abaikan hanya karena ingin mendapatkan nilai yang bagus. Budaya malu sepertinya sudah mulai terkikis. Oleh karena itu, pola asuh orang tua diharapkan dapat menegakkan karakter anak sehingga anak mempunyai karakter mental yang kokoh, yang senantiasa menjadikan nilai-nilai moral sebagai pegangan dan prinsip hidup.
 
Kecenderungan penggunaan ponsel yang tidak terkontrol turut mengganggu perkembangan pertumbuhan pengetahuan. Terlebih lagi jika anak jauh dari perhatian orang tuanya, dan juga kurang pendekatan dengan lingkungan sekitar. Keluarga adalah tempat untuk anak-anak dapat mengembangkan karakter positif. Pembentukan karakter positif juga bisa diperluas dengan membiasakan anak-anak untuk mengetahui nilai nilai, baik nilai sosial maupun agama yang diinternalisasikan melalui interaksi sosial. Karakter yang telah melekat didalam diri anak tentu sangat diharapkan oleh orangtua mereka kelak dapat menjadi prinsip hidup dalam kehidupan anak. Orang tua sebagai penanggung jawab utama dalam proses pembentukan karakter anak.
 
Lingkungan pergaulan anak memengaruhi tingkat emosional, sehingga perlu kedekatan dan keakraban anak dan orangtua dalam lingkungan keluarga. Keluarga mempunyai peranan penting dalam kehidupan anak. Sebagai orang tua sudah sebaiknya memberikan yang terbaik pada anak agar nantinya anak menjadi insan yang bermanfaat dan berkualitas bagi orang-orang disekitarnya.
 
Keharmonisan yang terjalin antara orangtua, guru dan lingkungan sekitar serta penerapan adab dan norma yang diatur melalui nilai-nilai keagaman merupakan solusi ampuh dalam menangkal degradasi moral generasi penerus bangsa agar penerapan disiplin tidak seperti mengegakkan benang basah.

Leave your comments

Post comment as a guest

0

People in this conversation

  • red bottoms sneakerchristian louboutin leopard mens shoes louboutins mens sneakersday is not cold not cold, no sad tears flow .red bottoms sneakercheap men louboutin shoes mens red bottom sneakersday never proud ,not language since thick .

    0 Like Short URL:

Pengunjung

We have 38 guests and no members online

Schoolmedia

 

DitpSMK

Kemendikbud

kemendikbud

Pemkot Gorontalo

   ALAMAT
  
   Jalan Ternate, Kota Gorontalo
   Provinsi Gorontalo - 96125
  TELEPON
 

  (0435) 822313-822772

  EMAIL
 

  smkn1gorontalo@yahoo.co.id